Media Pembelajaran Bahasa Inggris Modern

Prolog
media
terbit bermula bahasa latin dan merupakan lembaga jamak dari
medium
yang secara harfiah penting cengkau atau pengantar atau pengantar pesan dari pengirim ke penyambut wanti-wanti.

Banyak batasan yang diberikan sosok tentang alat angkut. Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan di Amerika misalnya membatasi media sebagai segala rang dan terusan yang digunakan bani adam untuk mengempoh pesan/pemberitahuan. Gagne (1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai spesies komponen n domestik mileu siswa yang boleh merangsangnya cak bagi berlatih. Sementara itu Briggs (1970) berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat melayani wanti-wanti serta merangsang pesuluh untuk belajar.

Agak berbeda dari itu semua adalah batasan yang diberikan oleh National Education Association (NEA). Dikatakan bahwa media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak alias audiovisual serta peralatannya.

Apapun batasan yang diberikan, suka-suka persamaan-paralelisme nan bisa dikombinasikan bahwa media yaitu segala sesuatu nan dapat digunakan lakukan menggenangi pesan berpunca pengirim ke penerima sehingga bisa menggiurkan pikiran, pikiran, perhatian dan minat serta manah peserta sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi. (Sadiman
et al, 2002)

2. Faedah media

Media dapat digunakan kerjakan mengatasi rasa kebosanan murid; kalau pelajar tertarik dengan apa yang mereka kerjakan, mereka akan menikmati proses belajar mengajar dan mengetahui materi nan diberikan (Ur, 1988).

Hal sejala juga diungkapkan maka dari itu DePorter dan Hernacki (2000) dalam bukunya
Quantum Learning, bahwa media visual/alat peraga dapat menciptakan lingkungan nan optimal, baik secara badan maupun mental. Hal yang terpenting adalah bahwa media mampu menolak siswa buat bersabda, menulis; dan dengan menggunakan sarana proses belajar mengajar dan persaudaraan antara guru-pesuluh akan terjalin lebih efektif.

Menurut Sukartiwi (1996), ada beberapa keuntungan nan dapat diraih dengan memperalat media yaitu:

Namun demikian potensi lautan media itu masih kurang dioptimalkan kegunaannya maka itu para guru. Beberapa guru masih memiliki “psychological rejection” privat penggunaannya dan rendah terampil dalam implementasinya disebabkan minimnya pelatihan yang dapat diikuti.

3. Jenis media

Media penataran secara sewenangwenang bisa dikategorikan dalam lima kategori sebagai berikut:


  1. Visual:

    Gambar,
    sketches, ilustrasi, komplet, diagram, foto, film, film strip, slide, chart,
    graphs
    (pictorial, lingkaran, balok, garis),
    drawings, lukisan, harian, buku harian, majalah, poster,
    periodical, buku (teks, teks, taman pustaka), ensiklopedia, kamus, komik, kartun, travesti, denah (pelancongan, dagang atau ekonomi, politik), globe, direktori jalan, brosur pengembaraan, rute dan
    timetable
    kereta dan pesawat, iklan, calender, mural, tabulasi, diorama, friezes, simbol (seperti x à $), demonstrasi,
    miming,
    desk presenter.

  2. Audio
    (musik, alas kata, suara dan efek celaan): rekaman,
    tape, radio, wara-wara siswa, cerita, pusi dan sandiwara, alat musik,
    pre-recorded plays, pemberitaan, sumbang saran.

  3. Audio-visual
    :
    sound moving pictures, televisi,
    puppets
    (stick,
    glove,
    string),
    improvized and scripted dramatization,
    role playing, ekskursi, fenomena alamiah yang ditemui di sekililing, demonstrasi, LCD, dan computer.

  4. Tactile
    :
    specimen, objek, ekshibit,
    artifact, komplet,
    sculptured figure,
    live and stuffed animals, eksperimen;
    tools, material yang telah dikonstruksi berbunga satu model, mainan, wayang dan pergelaran wayang golek; mengukur dan mengukur, kebun pekarangan;
    templates, dan termometer.

  5. Virtual
    : Internet, website, e-mail,
    audio-video streaming, chatting, messaging,
    audio-video conferencing, e-newsgroup, cybernews.

4. Penyortiran media

Sememangnya radiks pertimbangan kerjakan memilih kendaraan sangatlah sederhana, yaitu apakah media itu boleh menunaikan janji kebutuhan maupun mengaras tujuan yang diinginkan atau tidak. Intern bahasa yang lebih tegas Mc Connel mengatakan “if the medium fits, use it!”
bila media itu sesui pakailah. (Sadiman
et al. 2002)

Pertanyaannya yaitu segala dimensi ataupun kriteria kesesuaian tersebut. Jawaban atas pertanyaan ini tidaklah mudah. Beberapa faktor perlu dipertimbangkan, misalnya: tujuan instruksional yang cak hendak dicapai, karakteristik siswa atau sasaran, jenis rangsangan berlatih yang diinginkan (audio, optis, gerak, dst), keadaan meres alias lingkungan, kondisi setempat, dan luasnya jangkauan nan cak hendak dilayani. Faktor-faktor tersebut pada akhirnya harus diterjemahkan dalam keputusan pemilihan.

Kriteria pemilahan media harus dikembangkan sesuai dengan tujuan yang kepingin dicapai, kondisi dan keterbatasan nan ada dengan menghafal kemampuan dan sifat-sifat khasnya (karakteristik) wahana nan bersangkutan.

Ely dalam kuliahnya (Sadiman
et al, 2002) menyarankan bahwa pemilihan media sayogyianya tidak terlepas dari konteksnya karena media yakni komponen dari sistem instruksional secara keseluruhan. Karena itu, sungguhpun tujuan dan isinya sudah lalu diketahui, faktor-faktor lain seperti karakteristik pelajar, kebijakan belajar-mengajar, organisasi gerombolan belajar, alokasi tahun dan sendang, serta prosedur penilaiannya sekali lagi teradat dipertimbangkan. Sebagai pendekatan praktis disarankan untuk mempertimbangkan ki alat apa saja nan ada, berapa harganya, berapa lama diperlukan buat mendapatkannya, dan ukuran apa yang memenuhi selera pemakiannya (peserta dan guru).

Dick dan Carey (n domestik Sadiman
et al, 2002) menyebutkan bahwa di samping kesesuaian dengan tujuan perilaku belajarnya, setidaknya masih ada catur faktor lagi nan perlu dipertimbangkan intern pemilihan alat angkut, yaitu: pertama kesiapan sumber setempat, artinya bila kendaraan yang berkepentingan tidak terdapat pada sumur-sumber nan ada, maka harus dibeli ataupun dibuat sendiri. Kedua adalah apakah untuk membeli atau memproduksi sendiri tersebut cak semau dana, tenaga alias fasilitasnya. Ketiga adalah faktor yang mencantol keluwesan, kepraktisan dan ketahanan media yang bersangkutan untuk waktu nan lama. Artinya bisa digunakan di mana sekali lagi dengan peralatan yang ada di sekitarnya dan kapan lagi serta mudah dijinjing dan dipindahkan. Faktor nan keladak adalah efektifitas biayanya n domestik paser perian yang strata.

Hakikat berpangkal pemilihan wahana ini pada akhirnya yakni keputusan kerjakan memakai, tidak memakai, alias mengadaptasi media nan bersangkutan.

Banyaknya seleksian media yang dapat digunakan membuat Anda lebih netral bekerja bagi menunjang kejayaan proses sparing mengajar sesuai topik bahasan. Allen (kerumahtanggaan Suparman, 1997) menyerahkan saran n domestik mengidas media yang sesuai dengan harapan instruksional yang akan dilakukan. Secara pendek, saran tersebut tertuang dalam diagram berikut ini:

Kemampuan kendaraan kerumahtanggaan mempengaruhi berbagai jenis membiasakan

Diversifikasi media instruksional

Macam belajar

Berlatih kabar berwujud

Membiasakan alas kata visual

Belajar konsep, kaidah, dan rasam

Sparing prosedur

Menyervis kesigapan persepsi gerak

Berekspansi sikap, opini dan senawat

Buram bungkam

Madya

Tinggi

Sedang

Sedang

Rendah

Rendah

Susuk spirit

Sedang

Tinggi

Tangga

Pangkat

Sedang

Sedang

Televisi

Sedang

Sedang

Pangkat

Sedang

Terbatas

Sedang

Mangsa tiga matra

Rendah

Panjang

Cacat

Adv minim

Rendah

Rendah

Rekaman audio

Sedang

Minus

Rendah

Semenjana

Terbatas

Sedang

Programmed instruction

Semenjana

Madya

Sedang

Panjang

Rendah

Madya

Demonstrasi

Kurang

Menengah

Rendah

Hierarki

Sedang

Sedang

Buku wacana tercetak

Madya

Rendah

Semenjana

Madya

Invalid

Sedang

Sajian oral

Sedang

Cacat

Medium

Madya

Terbatas

Sedang

Sumber: Allen (dalam Suparman, 1997)

Dengan memperhatikan tabel tersebut, maka Ia dapat mempersiapkan sarana barang apa nan akan digunakan intern proses belajar-mengajar tertentu sesuai dengan topik bahasan dan tujuan penelaahan.

Penelitian nan ada tidaklah menargetkan akan adanya satu kendaraan yang terbaik lakukan hingga ke tujuan penataran. Konsekuensinya, para guru teradat merencanakan serangkaian ki alat yang semupakat dengan topik pembelajaran dan siswa yang sedang sparing. Terdapat banyak sekali media penelaahan di sekitar kita dan Briggs (1977) mengajurkan bahwa penting kiranya memilih alat angkut yang layak terlambat cak bagi pemahaman siswa tapi cukup layak dalam menantang dan merangsang siswa kerjakan berfikir.

IMPLEMENTASI DALAM KEGIATAN Penataran

1. Penggunaan Realia

Realia adalah benda maujud yang digunakan ibarat wahana pembelajaran di dalam kelas. Senyatanya objek substansial nan sederhana sekali lagi dapat digunakan tidak hanya bagi indoktrinasi kosa kata tetapi juga dapat dipakai lakukan pencekokan pendoktrinan tata bahasa dan pengembangan situasi.

Kegunaan realia adalah:

  1. Lakukan mengajar kosa pembukaan
  2. Cak bagi mengajarkan struktur bau kencur
  3. Lakukan kondusif petatar turut dalam kepribadian tatkala bermain dalam sebuah dialog ataupun
    role-play. Jika siswa berperan sebagai polisi, kamu boleh mengenakan helm sendiri polisi; dsb.
  4. Bak penguatan cak bagi dialog ataupun
    role-play, jika ceritanya terjadi di sebuah toko; banyak realia yang boleh ditambahkan jika uang atau bulan-bulanan kasatmata itu digunakan.
  5. Ibarat bantuan bakal bineka permainan seperti Kim’s game.

Taruhlah dengan menunjukkan
suatu bungkusan teh
di ira kelas, kita dapat menggunakannya:

– Bagi mengajarkan prolog-introduksi ‘tea’
dan
’packet’
(yang dapat dikontraskan dengan kemasan yang lain, misalnya
a bag of sugar,
a tin of orange juice).

– Bikin mengembangkan sebuah deskripsi berusul suatu proses pembuatan satu gelas air teh: ‘first you open the packet, then you put some tea in the pot…’
(Beliau pula bisa membawa
a jambang, a spoon
dsb.)

– Sebagai bagian dalam sebuah
shopping dialogue, mempersunting harga: ‘how much is a packet of tea?’ ‘750 rupiahs’
dsb.

– Untuk mengembangkan sebuah
imaginative dialogue, praktek ‘meminjam’, misalnya

A: Could you lend derita some tea?

B: Yes, of course. What do you want it for?

A: My relatives have come to visit me.

Realia kembali dapat dipakai dalam Kim’s game. Permainan ini ialah game yang sangat luwes bakal bisa dipakai mengajar berbagai struktur. Prinsip dasarnya adalah suhu memajankan beberapa realia, yang harus dicermati maka dari itu peserta selama satu atau dua menit. Apa yang ditunjukkan itu kemudian disembunyikan dari pandangan dan para pesuluh diminta untuk menghafal apa-segala apa nan sudah dilihatnya.

Misalnya untuk mengajar
there was/there were. Master ogok dasa ataupun beberapa incaran di atas mejanya sejauh satu ataupun dua menit dan kemudian menutupnya dengan kain – para pelajar harus menghafal barang apa saja nan sudah dilihatnya.

2. Eksploitasi
authentic material

Eksploitasi authentic material meningkat pesat popularitasnya seiring dengan adanya kesadaran bahwa proses pembelajaran yang terkait dengan konteks riil akan lebih efektif buat siswa untuk dikontruksi privat pemahamannya. Para guru bisa menghadirkan authentic material ini baik bersanding dengan gerendel referensi maupun pemaafan dari batasan format buku referensi. Authentic material pun boleh diterapkan dalam berbagai bentuk tugas dan tujuan penelaahan.

Authentic material, sekiranya dipilih dan diimplementasikan secara tepat, bisa digunakan lakukan mengembangkan tugas-tugas nan berawal dari penataran bahasa Inggris yang sudah terformulasikan. Kendaraan ini juga berbarengan memberikan jembatan antara keterampilan berbahasan pelajar dan pengalaman nyata siswa. Materi-materi ini dalam berbagai bentuknya bisa memberikan gana linguistik dan isi kamil bagi siswa.

Kerumahtanggaan mengidentifikasi dan mengimplementasikan materi nan paling bermakna dan relevan bagi pesuluh, guru perlu mendesain dan mengorganisasi tugas-tugas di kelas yang menfasilitasi serentetan pengurukan, pemrosesan dan penguraian takrif.

Penggunaan
authentic material
dalam pencekokan pendoktrinan bahasa Inggris di kelas akan memberikan guru beberapa tantangan. Riuk satu tantangan itu merupakan pengembangan keterapilan investigasi efektif yang mensyaratkan pengelolaan sekian banyak informasi yang tersedia dalam bentuk tertulis, oral, ataupun multimedia. Tantangan yang lain adalah berupa penyeleksian materi yang paling pas buat maksud indoktrinasi sesuai dengan kurikulum, alias membiasakan bakal keperluan seorang. Tantangan ketiga merupakan implementasi materi dan serentetan kebutuhan fleksibilitas serta penyesuaian indoktrinasi yang dibatasi dengan setting pangsa kelas.

Tahap-tahap yang perlu dilalui dalam pengusahaan
authentic material
ialah perumpamaan berikut.

Penelitian

Berusaha menemukan materi yang tepat intern lautan pemberitahuan dan bermacam rupa dimensi media dapat menjadi sebuah tugas nan menyesakkan bagi para guru bahasa Inggris. Langkah mula-mula dalam mengidentifikasi materi-materi yang pas adalah dengan mengumpulkan contoh-eksemplar karangan, teks, dan informasi dari heterogen sendang. Pemakaian internet juga boleh menjadi kaidah yang efektif dan mulai umum digunakan.

Seleksi

Dalam memintal materi yang baik, para guru perlu mempertimbangkan minimal lain tiga aspek radiks mulai sejak latar birit para pesuluh (Dumitrescu: 2000):

  • inguistik
  • konseptual
  • kultural

Latar belakang linguistik mempengaruhi pengelolaan kelas, pemilahan tugas, pengurutan dan penentuan tugas, dan fokus pencekokan pendoktrinan
microskill
(sebagai halnya
pronunciation
dan
accent reduction). Rataan belakang komplet atau pendidikan menentukan kebutuhan akan manifesto-pengumuman khusus atau umum bermula suatu materi yang dipilih. Permukaan belakang kultural mempengaruhi interaksi siswa-guru, dan harapan-harapan mulai sejak peran guru dan siswa.

Dua faktor suplemen yang ikut mempengaruhi keputusan akhir adapun materi segala nan dipakai adalah
applicability
dan
adaptability. Sebuah pustaka otentik yang berisi mengenai masalah olahraga secara publik, misalnya, menjadi materi yang amat bermanfaat karena isinya relevan bagi semua siswa, tanpa harus mengamati olah jasad kebahagiaan setiap makhluk. Namun demikian, para master juga harus mencaci bahwa teks nan berkaitan langsung dengan kesukaan istimewa terbit beberapa peserta lazimnya akan lebih mudah untuk dipahami dan dicerna sehingga partisipasinya dalam pembelajaran meningkat.

Adaptability
mengacu pada kemudahan suatu desain pengutusan dan kemudahan penggelapan teks. Seandainya suatu materi dapat dipadukan dalam komunikasi lisan alias tulis, maka materi ini n kepunyaan biji bertambah lakukan bisa digunakan di kelas daripada materi yang doang bisa digunakan cak bagi suatu mungkin penugasan.

Implementasi dan desain

Menggunakan materi otentik ke internal ulas kelas bawah merupakan tugas yang sukar karena terkadang materi yang ditentukan silabus tak kompatibel dengan materi otentik yang kita dapatkan. Namun demikian, guru dapat mengidentifikasi dan menyasarkan pada babak mana doang nan relevan dengan pengajaran. Materi juga boleh direkayasa lakukan berbagai tingkat profisiensi yang dimiliki siswa. Materi otentik ini dapat digunakan secara keseluruhan ataupun hanya sebagian tetapi, dan kekeruhan konsep juga boleh direduksi atau dinaikkan untuk suatu tujuan tertentu.

Para temperatur harus berangkat teristiadat dengan menciptakan menjadikan bervariasi tugas mulai sejak buku wacana dan mengimbangkan dengan tingkat-tingkat kemampuan nan terserah internal kelas. Sehabis menjelaskan bilang partikel dari buku teks, Anda dapat menggabungkannya dengan materi otentik yang relevan n domestik jenjang nan lebih luas. Tetapi mendesain tugas atau kegiatan berdasarkan materi otentik itu koteng mengharuskan hawa untuk lebih dulu bertatap dengan materi yang bentuknya kurang terorganisir dan tampak membingungkan. Begitu penggalan informasi sudah teridentifikasi, guru harus segera memutuskan alat segala apa yang paling tepat bakal mengimplementasikannya di ruang kelas bawah.

Beberapa faktor bisa dipakai perumpamaan pembawa dalam takhlik keputusan ini. Hal yang paling utama adalah adanya keterkaitan isi (content relevance). Materi itu haruslah memuat istilah, konsep, dan kerumitan ilmu bahasa yang mencerminkan parasan belakang siswa. Semakin relevan materi otentik itu dengan dunia murid maka semakin efektif pembelajaran bahasa Inggris itu.

Faktor lain yang memiliki pengaturan terhadap implementasi materi otentik itu adalah penyerapan keterampilan yang berjasa (meningful skill acquisition). Para siswa yang mutakadim ditunjukkan dengan materi nan kontekstual tetap n kepunyaan kesempatan untuk mengeksplorasi keterampilan berpendidikan mereka dan bereksperimen dengan penerapan pada hal lain nan sejenis. Proses ini akan memungkinkan petatar dan guru cak bagi memonten kegunaan materi otentik itu dan mengkaji ulang hak istimewa tujuan pendedahan.

Situasi yang perlu digarisbawahi adalah meskipun materi otentik sangatlah menjanjikan bagi petatar nan memang titik api pada praktek penggunaan bahasa, namun pemanfaatan materi otentik ini bukanlah penting akan mengurangi beban guru dalam ekspansi materi. Malar-malar di sinilah sebenarnya letak tantangannya. Selamat mengepas.

3. Penggunaan papan tulis

Kusen tulis mungkin merupakan media yang paling biasa dan cak acap digunakan dalam pengajaran. Para guru akan merasa ada sesuatu yang kurang dalam inferior bila tak ada kusen tulis. Tetapi sayangnya banyak guru yang tidak selengkapnya memanfaatkan secara penuh papan tulis itu ataupun mereka masih menggunakannya secara buruk dengan mengabaikan beberapa pertimbangan berikut:

  1. Bagaimana perhatian yang mungkin unjuk dari siswa bila papan tulis belum dibersihkan di awal kursus dan masih mumbung dengan sesuatu yang ditulis maka dari itu guru puas latihan sebelumnya?
  2. Mana yang Anda fikir lebih baik, menghapus papan tulis begitu Anda selesai ataukah begitu para siswa selesai menyalinnya?
  3. Apakah keburukan dari menggambar dengan huruf kapital di kusen catat?
  4. Apakah merupakan ide nan baik bila Dia menulis dengan huruf bersambung?
  5. Cobalah rona kapur yang berbeda puas papan tulis dan bandingkan mana yang kelihatan paling bagus.
  6. Beberapa rona ada yang bukan dapat dilihat dengan sangat jelas. Warna barang apa sajakah itu?
  7. Ketika mendikte, apakah merupakan suatu ide yang bagus untuk menulis materi dikte itu di papan tulis sebelum les dan menutupinya dengan kain ataupun jeluang, silam dibuka pron bila diperlukan. Dalam kondisi seperti apakah menutupi papan tulis itu bermanfaat?

Bagaimana meningkatkan partisipasi pesuluh? Ketika Anda mendalam menyalin materi yang panjang ke gawang tulis, maka dengan mudah anda dapat menoleh ke pantat dan melihat ingatan para pesuluh yang sedang memelototi bagian demi bagian. Hal ini lebih-bertambah terjadi ketika Anda menggambar sesuatu di papan tulis secara detail.

Terdapat beberapa cara untuk melibatkan perhatian siswa segenap mungkin:

  1. Berbicara dengan siswa tatakala Anda sedang menulis dan sering-sering melongok ke belakang untuk menatap mereka.
  2. Tanyalah para siswa tentang segala nan mesti ditulis sesering mana tahu dan mintalah teoretis berpunca mereka.
  3. Tanyalah mereka segala apa yang mereka fikir tentang kata atau gambar yang sedang dibuat.
  4. Mintalah mereka lakukan melafalkan begitu Beliau selesai menulis.
  5. Tanyalah mereka bagaimana melafalkan kata-kata sulit yang ada di tiang tulis.
  6. Momen menulis usahakan lakukan berdiri di arah kanan tiang tulis tatkala para murid melihatnya. Situasi ini memiliki keuntungan agar memungkinkan Anda untuk menulis secara lurus.

Bagaimana merencanakan penggunaan papan tulis? Banyak pegangan yang acak-acakan dan enggak kemas yang dapat dihindari pada papan tulis jika pekerjaan itu direncanakan di tadinya dan memsukkannya sebagai bagian bermula rencana pencekokan pendoktrinan. Idealnya papan tulis dapat di bagi-bagi menjadi beberapa area. Terdapat heterogen mandu untuk membaginya, tetapi nan terbaik adalah dengan menyimpan satu bagian yang tidak dilihat sebelumnya. Salah satu cara bikin memberi gawang tulis adalah dengan model H yang secara efektif membagi papan tulis menjadi empat bagian.

clip_image003

Dengan demikian sebagian berpangkal papan dapat digunakan bikin rajah-gambar, bagian yang enggak bakal grafik dan daftar, atau sebgaian dapat dipakai untuk kerja yang telah direncanakan. Meskipun Dia telah menghapus hampir semua yang terserah di papan tulis detik radu disalin oleh siswa, Sira juga boleh menggunakan sebagian yang permanen untuk menulis kosa pengenalan, yang mungkin perlu untuk tetap ditampilkan di papan tulis sejauh barangkali. Putaran yang agak permanen itu sekali lagi akan bermanfaat di akhir pelajaran bikin menyegarkan ingatan pesuluh dari berbagai kegiatan nan telah dilakukan dan kosa kata yang mana tahu telah dilupakan.

Janganlah lupa bahwa Anda bukan sahaja cacat sreg papan tulis itu hanya. Area di selingkung juga dapat digunakan selevel pentingnya kerjakan pajanan.

Bagaimana dengan menulis di papan tulis? Banyak sekali master nan kelesa untuk mencoba tangannya batik di papan tulis, dengan mengatakan bahwa mereka tidak bisa menggambar; ironisnya mereka tidak persaudaraan mengepas. Bagaimanapun, tulang beragangan
stick
sederhana bukanlah sesuatu yang amat sukar atau di luar spektrum, dengan minus latihan setiap temperatur boleh belajar bakal menciptakan menjadikan rangka sederhana.

Beberapa contoh gambar di papan tulis dapat dilihat berikut ini.

Gambar wajah. Tulangtulangan superior harus cukup segara agar bisa dilihat dari panggung duduk siswa yang paling belakang. Tunjukkan seyogiannya gambar itu dapat menunjukkan ekspresi, khususnya dengan mengubah bentuk perkataan:

clip_image005

Sisi kemana orang condong dapat ditunjukkan dengan mengubah hidungnya (kejadian ini berfaedah terutama n domestik menunjukkan percakapan).

clip_image007

Sedangkan buat menunjukkan keberagaman kelamin boleh dibedakan terbit rambutnya:

clip_image009

Gambar
stick. Bakal menggambar sosok orang laki-junjungan atau cewek yaitu:

clip_image011

Sedangkan cak bagi menunjukkan kegiatan yang medium dilakukan dengan menekuk lengan maupun kakinya.

clip_image013

4. Eksploitasi tape recorder

Tape recorder siapa merupakan alat angkut yang paling baku digunakan maka dari itu para hawa di ruang papan bawah setelah papan tulis. Meskipun sebenarnya kegiatan listening boleh juga dilaksanakan tanpa harus menggunakan tape recorder.

Tape recorder memang dapat digunakan dalam semua kegiatan
listening, di antaranya:

  1. Mengenali prinsip pelafalan dari penutur ceria tanpa harus menghadirkan
    native speaker
    di kelas.
  2. Mengenali dan megidentifikasi pola intonasi nan berbeda secara akurat.
  3. Sound effect, boleh digunakan bagaikan tajali seperti mana berikut
  • (tape recording of sound of running water)

  • Response: He must be in the bathroom

  • (tape recording of sound of plates being washed)

  • Response: He must be in the kitchen

4.

Jigsaw listening

Intern kegiatan ini Sira perlu lebih berpangkal suatu tape recorder. Galibnya Kamu memerlukan tiga biji zakar. Kelas di cak bagi menjadi tiga kelompok dan masing-masing kerumunan mendengarkan tape mereka dan mensarikan kabar yang relevan. Kelompok-kelompok itu tukar melongok informasi yang mutakadim mereka dapatkan.

Kelompok-kelompok itu juga diberi bagian-fragmen kisah yang berlainan bermula cerita nan seimbang sehingga mereka lain dapat menemuklan cerita keseluruhan sampai mereka ganti menengok informasi. Alternatif enggak, mereka boleh diberi sebuah persoalan untuk dipecahkan – rute terbaik bagi tahanan lakukan melarikan diri, misalnya. Mereka hanya boleh memecahkan keburukan itu dengan mengumpulkan informasi mereka seluruhnya.

5. Bisa pula dipakai cak bagi memutar lagu yang liriknya bersopan santun Inggris.

6. Penggunaan
Flashcard

Flashcard
memiliki nilai makin karena master bisa mempersiapkannya di waktu senggang di apartemen. Dengan demikian, hawa dapat membuatnya dengan lebih menarik dan berwarna-warni. N domestik pembuatannya juga meliputi hal-keadaan detail yang enggak kali dilakukan intern kondisi terburu-uber atau waktu yang sempit di papan tulis. Meskipun flashcard ini mungkin digunakan dengan prinsip dan maksud nan begitu juga papan catat, tetapi kelebihannya adalah dapat ditampilkan seketika dan juga memiliki banyak macam. Suhu juga bisa membuat gambar wara wiri pada suatu flashcard saat ingin menunjukkan perbedaan pengusahaan bahasa. Misalnya:

Sisi depan
She usually drinks tea

Sisi pantat
But now she’s drinking champagne.

Kaji tindak yang dilakukan oleh Tiwuk A. Nursiyani, linguis Inggris di SMP 2 Sumberjambe Jember, menunjukkan bahwa pengusahaan
flashcard
dengan model
picture series
dapat meningkatkan kemampuan murid n domestik menulis. N domestik kajiannya, penelaahan dilakukan dengan dua tahap. Pertama, pelajar diminta cak bagi membuat karangan tentang tema yang dipilih ialah tema kebudayaan dan anak tema yang dipilih adalah rumah tradisional. Siswa diajar begitu juga sah dengan mengikuti tahapan-panjang nan ada dalam
lessson plan
dan diberi bebrapa informasi tentang apartemen rasam/rumah tradisional, kemudian di penghabisan pembelajaran diminta kerjakan takhlik sebuah deskripsi tentang rumah kebiasaan/rumah tradisional yang mereka ketahui. Akibatnya dikoreksi olehnya dan kemudian dikembalikan kepada siswa untuk dijadikan ibarat umpan balik. Puas tahap ini, nampaknya pelajar mengalami banyak kesulitan. Kesulitan pesuluh terletak pada pemanfaatan tenses, pemilihan perkenalan awal dan struktur kalimat. Petatar juga banyak mengalami kesulitan kerjakan menyusun segala yang ingin ditulisnya sehingga adv minim jelas dalam menuangkan ide-idenya. Siswa sekali lagi tidak bisa merangkaikan dan mengekspresikan kalimat dengan sopan.

Lega tahap kedua, siswa diminta kerjakan menuduh kesalahan yang dibuat, kemudian diajak berdiskusi tentang kesalahan-kesalahannya. Selanjutnya ditunjukkan sebuah rangka seri nan menceritakan akan halnya sebuah cerita rakyat semenjak Sumatra barat (Malin Kundang). Di penghabisan pembelajaran, siswa diminta cak bagi menuliskan cerita bersendikan urutan keadaan yang suka-suka kerumahtanggaan lembaga sinar tersebut menjadi satu karangan. Berlandaskan hasil evaluasi plong tahap ini, masih ada pesuluh yang takhlik kesalahan pada tataran tenses, struktur dan pemilihan perkenalan awal, tetapi jumlahnya jauh kian sedikit bila dibandingkan dengan hasil pembelajaran pada tahap pertama. Kedua hasil tersebut dibandingkan dengan intensi cak bagi mencari metode pembelajaran yang paling efektif dalam pendedahan menulis. Puas tahap kedua ini, pesuluh ternyata telah ki berjebah menumpahi ide narasi nan ada internal gambar seri tersebut dan bujuk kejadian yang dituangkan dalam buram tulisan sudah sesuai dengan urutan kejadian nan terserah dalam gambar.
Flashcard
berupa
pictiure series
ternyata efektif cak bagi merevisi hasil pembelajaran.

Flashcard
tidak melulu berisi gambar, goresan pun bisa punya dampak yang berarti dengan menggunakan
flascard.
Flasshcard
yang ampuh kata-perkenalan awal bisanya digunakan buat melatih struktur. Guru membuat beberapa rajangan daluang yang digdaya berbagai kalimat perintah sebagai halnya

Kemudian salah satu pelajar berdiri di birit guru. Hawa memegangi potongan kertas yang ditunjukkan puas kelas, mereka harus mematuhi perintah nan termaktub di potongan kertas itu. Murid yang berada di bokong guru harus menebak introduksi-kata yang ada dalam flashcard itu secara persis. Peristiwa ini khususnya baik cak bagi melatih
personal
dan
possesive pronoun, misalnya jika
Point to me
itu termasuk plong kertas, pesuluh itu harus mengatakannya secara persis bukannya
Point to you.

Pendayagunaan
flashcard
menyimpan potensi kreatifitas nan tidak terbatas. Dengan beragam variasi dan afiliasi memungkinkan tampilan
flashcard
semakin menarik dan memotivasi siswa kerjakan memperhatikan dan mengerti pelajaran. Berikut ini merupakan beberapa topik yang bisa dilakukan secara berlimpah dengan menunggangi
flashcard.


The face

Sistem buka tutup pada bagian-fragmen kecil bisa digunakan lakukan melatih pengayaan
vocabulary, sebagaimana alat peraga berikut:

clip_image015

Master (atau peserta berkreasi berpasangan) mengangkat putaran rajah wajah kerjakan mendapatkan perkenalan awal tertentu di belakangnya.


A lot of pineapples

Alat peraga berikut boleh digunakan buat menyingkirkan penggunaan ‘a few’
dan
‘a lot of’

clip_image017

Guru: (menunjukkan daluang nan terpejam)
A few pineapples. (Membuka tutupan)
A lot of pineapples.


The mouse

clip_image019

Guru: (berlahan menyentak keluar kartu nan ada di dalam)
the mouse is on the chair. The mouse with whiskers is under the chair. The mouse without whiskers is on the table, between the vase of flowers and the teapot. The mouse with whiskers is under the table. The mouse without whiskers is behind the vase of flowers. Which mouse is going to go behind the pencelup? The mouse with whiskers.


The bird

clip_image021

Guru: (berlahan menghela keluar kartu nan ada di dalam)
The bird is above the box, on the box, next to the box, in the box, under the box and below the box.

Dalam membuat gambar, master tidak harus membuatnya sendiri tapi juga bisa minta tolong teman sejawat, suhu seni lukis, atau murid yang memiliki keahlian dalam batik. Rancangan pun bisa diambil dari berbagai sumber sama dengan:

  • koran
  • majalah
  • iklan
  • sebaran bisnis
  • katalog perusahaan
  • penanggalan
  • tiket ucapan
  • karcis pos
  • poster
  • manual
  • kiat lama
  • komik atau kartun
  • foto keluarga
  • perangko
  • buku tuntunan
  • fotokopi dsb.

7. Penggunaan video komidi gambar

Enggak seorang pun nan akan membantah bahwa kini ini kita dibombardir maka itu media dan gambar visual. Hanya dengan menklikkan jari, kita dapat menyaksikan provinsi dan turunan yang jauh letaknya. Memberikan pangsa lakukan wanti-wanti visual kerumahtanggaan pencekokan pendoktrinan bahasa Inggris merupakan suatu hal yang menarik dan menghibur guna meningkatkan kemampuan komunikatif para siswa. Pesan yang ada internal film menawarkan sebuah perubahan nan menyegarkan dalam rutinitas kegiatan kelas.

Sampai waktu ini, penggunan film dalam pengajaran bahasa Inggris masih selit belit dipakai karena para guru masih sering merasa bahwa pemakaian film membutuhkan waktu yang tahapan (time-consuming) dan terlalu sulit diselenggarakan. Namun dengan adanya pendakyahan peralatan video, VCD dan DVD ke kerumahtanggaan lembaga pendidikan, penggunaan komidi gambar semakin lazim. Film yang baik dapat membantu proses pendidikan lebih bermakna, baik bagi ruang kelas atau
self-study. Tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan sensivitas lakukan pelajar dan lakukan memberi stimulus dalam mengembangkan imajinasi dan kreativitas pesuluh.

Arti film umpama madya telah diakui secara umum. Film dapat dieksploitasi dengan berbagai mandu. Salah suatu cara penggunaan film dalam pengajian pengkajian bahasa Inggris yakni dengan penyedotan ide-ide hijau dan perpanjangan wawasan para pesuluh. Tentang tahap-tahap pemakaian video komidi gambar sebagai sarana pendedahan yaitu perumpamaan berikut.

Seleksi

Mengidas film yaitu langkah nan minimum berarti. Proses ini sambil memberikan tantangan nan paling besar. Pemilihan ini dapat didasarkan plong isi tema untuk menguatkan dan mengonsolidasikan topik yang ada dalam silabus bahasa Inggris, sama dengan tentang olah raga, rekreasi, media massa, pendidikan, pariwisata, profesi, alias buat mengilustrasikan kurnia-guna bahasa dan eksemplar gramatikal dalam pemakaian yang nyata. Makin jauh, berbagai terminologi bisa didapatkan dalam narasi detail sebagaimana dicontohkan kerumahtanggaan filmnya Stone nan berjudul
Wall Street
tentang perbankan dan pasar modal, istilah dan adat hukum privat filmnya Demme yang berjudul
Philadelpia, masalah pendidikan dalam filmnya Weir berjudul
Dead Poet Society
dan enggak sebagainya.

Seleksi komidi gambar haruslah selektif, keputusan tentang rahasia permasalahan harus didasarkan pada pertimbangan kriteria yang matang karena keadaan ini berkaitan dengan kompetensi linguistik dan teoretis siswa dan bisa jadi bukan sesuai dengan keinginan dan kohesi pesuluh. Umur dan kematangan serebral siswa kembali harus dipertimbangkan dalam pemilihan gambar hidup agar terhindar semenjak film nan menyentuh sensitifitas siswa. Misalnya bioskop
Fatal Attraction,
Basic Instinct, dan
Disclosure
yang secara berurutan disutradarai oleh Adrian Lyne, Paul Verhoeven dan Barry Lavinson, seks merupakan isu nan memicu perdebatan cak bertanya etik dan kondisi serebral karena film ini menggambarkan tentang sisi buruk berpokok kehadiran manusia seperti perselingkuhan, haus kekuasaan, persaingan dan sebagainya.

Durasi film pula merupakan aspek nan harus diperhitungkan. Film yang panjang sebagai halnya
Schindler’s List
yang disutradarai oleh Spielberg ataupun filmnya Kostner yang berjudul
Dances with Wolves
senyatanya dapat digunakan, doang kerumahtanggaan perencanaan haruslah ditentukan beberapa kali sesi pemutaran dengan soal
pre-viewing
dan
post-viewing.

Pemanfaatan

Isi bioskop secara keseluruhan dapat didiskusikan bikin mengecek dan meningkatkan pemahaman umum dari sebuah cerita, dengan pertanyaan-pertanyan mengenai setting, dalang, dan pesan-wanti-wanti yang tersurat serta tersiratnya.

Kegiatan bukan yang dapat dilakukan adalah memisahkan sebuah silsilah yang minimal mewakili alias dialog daya nan mencerminkan intisari terbit cerita buat dibahas menjadi topik yang signifikan. Misalnya kita dapat takhlik evaluasi dari film secara keseluruhan dari bagian tertentu dalam perdebatan semisal sistem peradilan dalam filmnya Sheridan yang berjudul
In The Name of the Father.

Kemungkinan lain adalah dengan memintal dua atau tiga kalimat terdahulu dari
script
dan lamar pesuluh kerjakan menganalisisnya dalam kerangka plot secara keseluruhan. Dalam filmnya Zemeckis’s nan berjudul
Forrest Gump
kita dapat menganalisis tuturan Mrs. Gump
“life is like a box of chocolates, you never know what you are going to get”
atau ucapan Lieutenant Dan
“We all have a destiny”.

Semua kegiatan di atas adalah terfokus pada masalah tematik, sesungguhnya komidi gambar pun memberi pangsa bakal pemanfaatan aspek tata bahasa dan arti bahasa. sebutlah filmnya Newell yang berjudul
Four Weddings and a Funeral
mencontohkan serangkaian fungsi seperti mana memunculkan pendapat, merumuskan bela sungkawa, persuasi, diskusi, berdebat dan sebagainya.

Intern menindas bioskop dalam kelas, kesulitan lebih-lebih bukan terletak sreg filmnya itu koteng sahaja intern mendesain bentuk-entuk tugas. Dalam situasi ini guru harus menyesuaikan film dengan tingkat profisiensi dan kompetensi teoretis siswa.

Kegiatan integratif

Begitu juga dalam seluruh aspek pembelajaran, terdepan kiranya untuk mengintegrasikan pengetahuan yang mutakadim dimiliki dengan informasi terbaru yang didapat dari film, caranya dengan mengektrapolasi kedua hal tersebut. Siswa dapat diminta buat membuat ringkasan lakukan merekonstruksi struktur makro dari kisahan secara keseluruhan. Siswa juga dapat menggambar ulasan film dengan memberi pendapatnya tentang film tersebut. Salah satu tugas yang menarik ialah membuat pertepatan-persamaan berpangkal bilang gambar hidup dengan menggunakan kriteria objektif yang diidentifikasi maka dari itu siswa koteng.

Dramatisasi kisahan gambar hidup menjadi suatu kiat dorong, khususnya para murid yang memiliki jiwa petualangan. Buat keramaian tingkat pangkal boleh diminta untuk meneliti dan menulis profil dari pemeran utama atau sutradaranya, sedangkan untuk kelompok tingkat lanjut dapat melakukan investigasi ki kesulitan-masalah seperti ekologi dan lingkungan (seperti filmnya Hitchcocks yang berjudul
The Birds) dan mengenai musik klasik (seperti filmnya Foreman yang berjudul
Amedeus
dan filmnya Rose yang berjudul
Immortal Beloved).

Sebagai contoh penggunaan film sebagai media penataran, Engkau dapat mengambil sampel gambar hidup berjudul
FORREST GUMP
dengan elaborasi sebagai berikut.

After watching the film, answer the following questions.

About Forrest

1. If you were asked to describe Forrest, which of the following features would you choose as the most important in understanding him? Why? (You can add some others)

  • Stupid boy
  • Healthy boy/man
  • Good lover
  • ntelligent man
  • Good father
  • Disrespectful person
  • Successful person
  • Efficient soldier
  • Agile sportsman
  • Materialist
  • Credulous man
  • Sympathetic person
  • Faithful friend
  • Sweet son

2. Forrest met very important people. Would you have reacted in the same way as Forrest did if you perenggan the chance of meeting John F. Kennedy, Lyndon B. Johnson, Richard Nixon, etc? What’s the significance of these famous personalities in the film?

About Jenny

  1. Jenny was Forrest first’s friend. Why did he trust her so deeply? Why did he never forget her in spite of her unexpected departures?
  2. On many occasions, Forrest told Jenny that he loved her; in one of them, Jenny said, “You don’falak know what love is” Do you think she was right? Why? Why not?

About Bubba

  1. Compare Forrest to Bubba. Were they both simple-mended man?
  2. Evaluate their friendship. Did Forrest keep his promise to Bubba?

About Lieutenant Dan

  1. Explain the Lieutenant’s role in the development of the film.
  2. Evaluate Forrest’s friendship with him.

About You

  1. Do you identify with any of the characters of the film? If so, with whom?
  2. If you were in a battle, would you come back to rescue other soldiers, risking your life as Forrest did?

About the gambar hidup as a whole

Consider the questions below and debate them in groups. Provide a written report.

1. Forrest was a different boy, who was expected to have a undian of difficulties in “normal” society. However, he managed to succeed and achieve more than many other human beings. Discuss how he survived and triumphed. What is the implication of his success?

2. Certain aspects of the gambar hidup seem to be unreal and exaggerated, such as the fact that Forrest ran of three years. Do you think that they are pointless or are they symbolizing something essential in life? Justify your answer.

3. “In our society, different is discriminated against.” This seems to be the one of the big issues illustrated in the sinema. Is it true? How do we act towards those who are different from us (less intelligent, handicapped, sick, racially different skin color, believers of a different religion, members of a different political party, etc.? Do we respect them? do we ignore them? Do we make fun of them? Do we reject them?

4. This film reflects part of the history of the USA during the past thirty years. Can only the komidi gambar be understood by Americans or does it have global values? Is it a film that makes you think because it hides a simple but important message? All in all, is it worth seeing?

5. Summarize the essence at the gambar hidup in just one sentence.

Follow up

Choose and develop one of the following tasks.

1. You are one of Forrest’s classmates. Write a short paragraph (10-15 lines) describing your feeling s about sharing the same class with a person like him. Do you feel uncomfortable? Do you feel pity for him? Do you feel proud of his achievements? Would you be his friend?

2. Write a review of the film. Include the following: title, director, setting, characters, events, and evaluation.

Penggunaan film umpama kendaraan penerimaan bahasa Inggris ibarat bahasa asing di ruang kelas punya potensi yang enggak kurang. Film-sinema mampu menghadirkan “sepotong kue” roh, memberikan gambaran yang realistis dan jati, meningkatkan kesadaran bahasa, simultan menghibur. Film memasrahkan keceriaan dan keterlibatan di ira kelas bawah. Semata-mata tidak menhabiskan introduksi-kata kita. Selamat mencoba.

8. Penggunaan komputer dan internet

Kebanyakan guru di Indonesia masih elusif memperalat komputer seumpama bantuan n domestik proses pembelajaran. Eksploitasi kapur dan kusen tulis tampaknya masih mendominasi dalam pengusahaan wahana pembelajaran. Tapi sekarang ini kita dihadapkan pada penciptaan teknologi pengumuman yang telah bermain mengerapkan putaran informasi. Tidaklah bijaksana bila kita mengerudungi mata dengan berbagai invensi yang sebenarnya punya ponten yang berharga untuk penataran yang efektif. Bila kita ingin terus meningkatkan profesionalisme dan menjaga keberadaan kita agar tidak “usang”, maka kita harus adaptif terhadap heterogen nada perubahan yang memang semakin cepat ini.

Dalam implementasinya memang perlu adanya dukungan dari pengelolaan sekolah bikin mengadakan makmal komputer. Di daerah tingkat-kota besar, misalnya Jakarta, komputer mutakadim tak sesuatu yang mewah. Pelajar-pelajar di daerah tingkat besar juga relatif
well-experienced
dengan komputer jinjing sebagi alat bantu dalam beraneka rupa hal.

Ada tiga kamil penggunaan komputer dalam pencekokan pendoktrinan bahasa:

  • sebagai guru bahasa
  • sebagai perangsang percakapan
  • sebagai radas sokong untuk pengembangan ranah kognitif.

Dalam mengetahui pemanfaatan komputer di urat kayu papan bawah, terbiasa diingat dua istilah penting, CAI dan CALL.
Computer Assisted Instruction
(CAI) merupakan istilah yang digunakan bagi mendeskripsikan program komputer yang didesain bagi indoktrinasi, sedangkan
Computer Assisted Language Learning
(CALL) merupakan istilah nan digunakan kerumahtanggaan pengajaran bahasa yang dilengkapi dengan penggunaan komputer.

Privat menggunakan program CAI, siswa mengajuk instruksi pelajaran yang dikeluarkan berusul tiap bagian tatkala berinteraksi dengan komputer. Biasanya digunakan untuk peluasan keterampilan mengaji dan menulis, pelajar bisa mencaplok drill dan latihan-kursus praktis, lembar pemahaman wacana, game, simulasi dan sebagainya. Dalam perkembangannya kini ini,
hardware
terus mengalami kemajuan dengan menghasilkan fasilitas diagram yang lebih tajam, resolusi warna, pemakaian animasi, touch screen, tampilan video, keluaran audio, dan multimedia. Latihan-tutorial listening komprehension telah dikembangkan dengan menggunakan sound blaster dan CD-ROM. Sebuah dialog dapat ditampilkan di cucur (dan pelajar dapat mendengarkannya), kemudian beberapa pertanyaan yang terkait dapat dilihat di cucur. Saat itu pun pelajar dapat melihat sebuah jawaban, sistem akses yang cepat dan akurat memungkinkan adanya balikan terhadap siswa secara
real time.

Pengajaran berbasis komputer dapatlah digunakan sebagai sumber daya di kelas bawah, bukan mengoper kerelaan temperatur. Cara pemanfaatan maupun pengemasannya sangat bervariasi sesuai dengan konteks pengusahaan, tingkat umur, pangkal masalah dan setting papan bawah. Menggunakan komputer jinjing dalam indoktrinasi bahasa mampu menerimakan berbagai ragam jenis kegiatan dan potensi yang tidak rendah. Jika Anda adalah guru nan meyakini bahwa pendidikan merupakan perolehan deklarasi dalam bentuk informasi akan mendapati bahwa banyak pak komputer nan bisa digunakan. Sedangkan bila Anda adalah master yang menghargai nilai penataran dengan cara menemukan dan berinteraksi dengan pesuluh lain juga akan mendapati bahwa berbagai kemasan berbasis komputer jinjing juga bisa digunakan bikin membantu pendekatan ini.

Contoh-contoh pengusahaan komputer berbasis CD-ROM bagi penataran bahasa Inggris yang sudah banyak beredar adalah sebagai berikut.

clip_image023

clip_image025



Internet

Kemajuan komputer tidak bisa dilepaskan berpokok reka cipta segara di bidang teknologi pemberitaan (TI). TI sudah merubah wajah manjapada secara reaksioner. Di antara produk TI itu merupakan internet. Internet merupakan jaringan raksasa dari komputer-komputer yang tukar terhubung di seluruh dunia. Jutaan orang secara rutin menggunakan internet cak bagi berkomunikasi, mengakses database, dan transfer file. Setiap PC dengan sebuah modem dengan kondisi tertentu dapat dipakai kerjakan wasilah internet.

Jika kita berharta mengintegrasikan eksploitasi internet ke privat proses pembelajarn bahasa Inggris berharga kita bisa mengakselerasi penelaahan kita dengan prospek yang enggak terbatas. Penggunaan internet yang amat sahih adalah lakukan
surfing, e-mail, chatting, audio-video streaming, serta
messaging.

Surfing

Surfing adalah istilah kita menjajap dunia maya nan bernama internet. Kita bisa mengakses journal-journal elektronik, referensi,
web pages,
streaming audio
video
dsb. Bila and tidak tahu alamat tentu yang kamu tuju, gunakan
Search Engine.

Search engine
ini lazim digunakan karena marcapada virtual sangatlah luas sehingga kita teristiadat bantuan bikin menemukan sumber yang sesuai dengan topik yang kita kaji. Search engine bisa diibaratkan seperti detektif yang bekerja untuk konsumen internet.
Search engine
mennggunakan pembukaan kunci bikin menemukan situs (kopi, file,
web pages) nan dimasukkan oleh pemakai internet. Di antara sekian search engiune yang paling naik daun yakni yahoo.com, google.com, dan altavista.com.

clip_image027

clip_image029

Anda bisa mengakses database nan terhidang secara gratis ataupun dengan
fee
tertentu. Data base ERIC merupakan keseleo satu acuan sumber terdahulu yang terhidang dalam internet di http:/www.eric.ed.gov/searchdb.html, yang memungkinkan guru untuk mendapatkan artikel-artikel yang mengganjur. Anda lagi dapat menemukan mengenai berjenis-jenis contoh
lesson plan, kegiatan pengajaran dan sumber-sumber indoktrinasi. Siswa juga bisa diberi tugas untuk mengakses situs-situs pencekokan pendoktrinan bahasa Inggris sebagai tulang beragangan
self-access learning.

Sejumlah pola situs yang bisa dikunjungi oleh guru bahasa Inggris perumpamaan
resources
pembelajaran dalam situasi materi maupun metodologi serta evaluasi tanpa bantuan
searching engine
ialah: http://www.globaled.org, http://www.onestopenglish.com, http://www.englishteacher.com/ dll. Sementara itu untuk mengetahui garis haluan terbaru di latar pendidikan di lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional Sira dapat mengakses situs http://www.depdiknas.go.id atau situs-situs yang telah dikembangkan maka dari itu pemerintah daerah Anda.

E-mail

E-mail merupakan aplikasi internet nan paling absah digunakan. Guru bahasa Inggris dapat mengintegrasikan aktifitas berbasis email dalam pembelajarannya (LeLoup, 1997). Misalnya, diadakan kegiatan nan memungkinkan siswa cak bagi melakukan koresponednsi dengan kenalan
native speaker, hal ini lewat mudah diimplementasikan tatkala para pesuluh memiliki akses, perangkat, dan kontak kutub luar. Siswa bisa diberi tugas kerjakan mengamalkan pergaulan dengan
native speaker
dan alhasil bisa dilaporkan bak bahan penilaian.

Bila Ia mutakadim mempunyai email address, Anda bisa bergabung dalam kekerabatan yang disebut
mailist
yang memungkinkan sharing laporan berwujud pengalaman, gagasan ataupun solusi buat masalah tertentu. Namun jika Beliau belum punya email address, Anda bisa mengerjakan registrasi di situs yang meluangkan layanan email. Diantara situs fasilitator email secara gratis ialah yahoomail.com.

clip_image031

Berikut ialah sempurna titipan email berbunga
native speaker
nan telah
diprint out.

Date: Wed, 8 May 2002 12:33:56-0700(PDT)

From: “Jason Gultjaeff”

Subject: Finally got there!!

To: “Lia Soekarno”

Dear Lia,

Wow…I’m so happy I was able to finally get through to you. I must admit I was nervous as well, so don’t worry at all. Actually, after a while I felt really comfortable talking to you, and it just felt natural. You are so sweet and nice and I look forward to the time we can meet….

Sincerely, I will be in Jakarta this year on vacation and I will do everything I can to get a posting in Indonesia, or I will join another company. As I said, I have wanted to work in Indonesia for a long time, as it was a very positive experience for berpenyakitan.

Thanks for originally contacting berpenyakitan!

Jason









Chatting, Audio dan video conferencing, Messaging

Meskipun umumnya internet didominasi dengan bermacam rupa manifesto, komunikasi instan dengan orang lain lagi memungkinkan pertukaran deklarasi dengan tandingan dari berbagai pelosok dunia. Komunikasi
real-time
sama dengan itu bisa menunggangi sejumlah variasi yang berbeda: program
chat,
conferencing
dan
messaging.

Aplikasi yang digunakan cak bagi chat adalah
Internet Relay Chat
(IRC) yang memungkinkan sinkronisasi ‘percakapan’ semenjak semua partisipan di seluruh dunia. Pemakai masuk lega channel dan ‘nimbrung’ dengan mengetik pesan pada semua basyar di channel itu; apapun yang diketik secara
instant
diketahui oleh setiap orang. Ratusan
channel
tersedia untuk layanan ini, dengan nama yang bisanya merefleksikan topik dan bahasa yang didiskusikan.
Channel
unik dan tertutup pun dapat diciptakan dan digunakan kerumahtanggaan inferior. Hasil
chatting
pula boleh diprint out
sehingga memungkinkan master untuk memberikan balikan atapun
assessment
terhadap pegangan petatar.

Program
udio-video conferencing, seperti CUSeeMe dan MS NetMeeting ialah pilihan yang boleh digunakan siswa privat konversasi suara. Pemakai boleh berfirman secara serentak ke
interlucator, dengan memperalat
hardware
dan
software
tertentu, terlebih dapat ubah melihat dengan lawan bicara. Aplikasi ini mensyaratkan
bandwith
yang besar dan tergantung juga pada koneksi modem yang bagus; padatnya jaringan juga mempengaruhi kualitas komunikasi. Pengembangan dan ketersediaan layanan
broadband
melalui kabel modem dan Digital Subscriber Line (DSL), yang jauh lebih cepat dari akses modem menjadikan audio-video conferencing merupakan suatu takrif nan semakin memasyarakat.

Software messsaging seperti ISQ atau Internet Messanger memberikan koneksi nan instant untuk seseorang terhadap bilang kontak dengan memungkinkan pemakai buat memafhumi kapan para kontak itu
online. Programa ini memberikan fasilitas komunikasi cepat dengan menggunakan konekasi pada seseorang secara gampang hanya mengklik merek yang termasuk. Teknologi ini lagi memungkinkan siswa berpotensi untuk dapat berkomunikasi secara langsung dengan
native speaker
privat
setting
bahasa Inggris.

D. EVALUASI Kelebihan Pemakaian Alat angkut

Ada sejumlah patokan kerjakan memonten arti penggunaan media pembelajaran.

1. Biaya

2. Apakah memerlukan listrik

3. Apakah seia untuk dipakai di ruang inferior nan jumlahnya banyak

4. Kemudahan bakal dipindahkan dan kenyamanan dalam pendayagunaan.

5. Statis ataukah boleh diubah-ganti sesuai dengan kebutuhan.

6. Apakah perlu tenaga banyak untuk memepersiapkannya.

7. Dampak dramatis dan kohesi siswa yang boleh ditimbulkan.

8. Kecanggihan – hati-hati dengan sarana yang sesak panjang lidah kecuali Anda benar-benar menguasainya. Seringnya, media nan paling sederhana merupakan yang paling baik.

9. Bagaimana penggunaannya, terbatas ataukah bisa digunakan dengan cakupan sangat luas.

Daftar bacaan

  • Acquino, C.C. (1974) ‘Teacher Attitudes to Sarana Teaching Environments’ dalam
    British Journal of Educational Technology, 5 (1), 1974.
  • Allan, M. (1985).
    Teaching English With Video. New York: Longman
  • Briggs, L.J. (ed.) (1977).
    Instructional Design: Principles and Applications
    New Jersey: Englewood Cliffs.
  • Darby, C. (1992). ‘Travelling on Internet’ internal
    ERIC Documet Reproduction Service
    No. ED 350 007
  • DePorter, Bobby dan Mike Hernacki. (2000).
    Quantum Learning. Boston: Alyn and Bacon
  • Donley, Kate M. 2000. ‘Gambar hidup For Fluency’ dalam
    English Teaching FORUM. April 2000.
  • Dumitrescu, Valeriu (2000), ‘Authentic Materials: Selection and Implementation in Exercise Language Learning’ privat
    English Teching FORUM, April 2000.
  • Eddings, J. (1994).
    How the internet Works. Emeryville, CA:Ziff-Davis.
  • Estrada, S. (1993).
    Connecting to the internet.
    Sebastopol, CA: O’Reilly & Associates.
  • Gage, Tepi langit.L. dan D. C. Barliner (1977).
    Educational Psychology. Chicago: Rand McNally.
  • Gareis, Elizabeth (2000) ‘Two Thumbs Up! A Students Video Production’ dalam
    English Teaching FORUM
    vol 38 no.1 Januari-Maret 2000.
  • Goodwin, A., Hamrick, J,. & Steawrt, T.C. (1993). ‘Instructional Delivery Via Electronic Mail’ dalam
    TESOL Journal, 3 24-27
  • Hardie, E.Kaki langit.L., & Neou, V. (Eds). (1993).
    Internet: Mailing Lists
    (SRI Internet Information Series). Englewwod Cliffs, NJ: Regents Prentice Hall.
  • Hasman, Melvia A (2000). ‘The Role of English in The 21st Century’ kerumahtanggaan
    English Teaching FORUM. Januari 2000.
  • Helena I.R. Agustien (2004).
    Pedoman Penyusunan Rencana Indoktrinasi Bahasa Inggris Untuk Kurikulum 2004. Makalah di TOT Puskur.
  • Higgins, Chris (1993). ‘Computer Assisted Language Learning: Current Programs and Projects’ dalam
    ERIC Didgest
    April 1993.
  • Hubbard, Peter et al (1993).
    A Training Course for TEFL. Oxford: Oxford University Press.
  • Kang, Shumin (1999) ‘Learning Styles: Implication for ESL/ESL Instruction’ dalam
    English Teaching FORUM
    vol.37 no.4 Oktober-Desember 1999.
  • Krause, J. (1989). Telecomunications in Foreign Language Education: a Resource List internal
    Eric Digest. Washington, DC: ERIC Clearinghouse on Language and Linguitics.
  • Krol, E. (1992).
    The Whole Internet. Sebastopol, CA: O’Reilly & Associates.
  • Kurshan, B.L., Harrington, M.A., & Milbury, P.G. (1994).
    An educator’s Guide to Electronic Networking: Creating Optis Communities. Syracuse, NY: ERIC Clearinghouse on Information and Technology.
  • LeLoup, Jean W. dan Robert Ponterio (2000) ‘Enhancing Authentic Language Learning Experiences Experiences Through Internet Technology’ intern
    ERIC Digest
    EDO-FL-00-02.
  • Lonergan, J. (1994).
    Video In Language Teaching. New York: Cambridge University Press.
  • Marcos, Kathleen (1994). Internet for Langugae Teachers.
    ERIC Clearinghouse on Langauges and Linguistics.
  • Massi, Maria Palmira (1996). ‘Films and EFL: What’s Playing in The Language Classroom?’ internal
    English Teaching FORUM
    Vol. 34 No 1 Januari-Maret 1996.
  • Merino, Andriana dan Maria Palmira Massi (1998) ‘Using the News in The Classroom: A Discourse Approach’ n domestik
    English Teaching FORUM
    vol.36 no.3 Juli-September 1998.
  • Morrison, Sally (2002) ‘Interactive Language Learning on The Web’ kerumahtanggaan
    ERIC Clearinghouse on Language and Linguistics
    EDO-FL-02-12.
  • Oblineger, D. (1992). ‘Understanding The Internet’ dalam
    ERIC Document Reproduction Service
    No. ED 358 861.
  • Pemagbi, Joe (1995) ‘Using Newspapers and Radio in English Teaching’ dalam
    English Teaching FORUM
    vol.33 no.3 Juli-September 1995.
  • Ur, Penny (1988).
    Grammar Practice Activities. New York: Cambridge University Press
  • Sadiman, Arief S.
    et al. (2002)
    Ki alat Pendidikan: Denotasi, Ekspansi dan Pemanfaatannya. PT. RajaGrafindo Persada: Jakarta.
  • Schrank, J. (1986).
    Understanding Mass Media. Lincolnwood, IL: National Texbook Company.
  • Soekartiwi (1996).
    Rancangan Instruksional. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
  • Supardjo dan Rahmi D. Andayani (2003).
    Penggunaan Ki alat intern Pembelajaran Bahasa Inggris. Jakarta: Direktorat PLP Depdiknas.
  • Suparman (1997).
    Komponen Dasar Kependidikan. Jakarta: Universitas Terbabang.
  • Turney C.
    Et al
    (1983).
    Sydney Micro Skills Redeveloped. Sydney: Sydney University Press.
  • Wright, Andrew (1993).
    Pictures for Language Learning. New York: Cambridge University Press.

====================

Sumber:  Modul Pelatihan Terintegrasi Munsyi Inggris SMP

Source: https://mumunsurahman.wordpress.com/2010/11/26/media-pembelajaran-bahasa-inggris-dan-implementasinya/